hehe`
senyum?
senyum lah2~
hari nw ade orang cakap saya sombong~
wah~
terkena sebijik atas muka~
haha~
cikyah sombong kew?
rasew nyew ta~
rasem macam ta~
diyew cakap cik yah sombong coz ta senyum~
esh`
mcm2 la~
rasew macam da senyum~
haha~
rasew jew~
ape da~
maybe kita rase da tapi pandangan orang laen kan2?
diyew nak suruh aq senyum sampai ke telinga kowt~
adoyai kome2 nw~
okeylah lepas nw cik yah senyum selalu~
nantikan tak pasal2 kena sombong plak~
esh tanak2~
senyum itu amalan mulia kan2~
so senyumlah selalu~
dapat pahala lagiew 2~
ta salah kalau nak senyum~
tapi jangan melebih plak kan~
hehehe~
Senyum senyum senyum
Senyum senyum
Senyum senyum
Kacak luar
Kacak dalam
Kacak dengar sini
Kalau saya senyum
Awak mesti senyum sekali
Kalau kita senyum
Semua orang berjangkit
Bila semua orang senyum
Dunia tiada penyakit
Kacak dalam
Kacak dengar sini
Kalau saya senyum
Awak mesti senyum sekali
Kalau kita senyum
Semua orang berjangkit
Bila semua orang senyum
Dunia tiada penyakit
Chorus
Senyum
Tak perlu kata apa-apa
Senyum
Tak perlu kata apa-apa
Senyum
Tak perlu kata apa-apa
Senyum
tak perlu kata apa-apa
Senyum
Tak perlu kata apa-apa
Senyum
Tak perlu kata apa-apa
Senyum
Tak perlu kata apa-apa
Senyum
tak perlu kata apa-apa
Akhirnya sempurna tiga album pertama
Bunyi macam koleksi hits terbaik orang lama
Dah ku kata ku takkan henti sampai tua bangka
Kalau habis abjad aku rap dengan angka
Satu dua tiga anugerah diterima
Oh itu tahun lepas tahun ini cuma dua
Tersenyum tiap kali kalah dengan Nurhaliza
Bunyi macam koleksi hits terbaik orang lama
Dah ku kata ku takkan henti sampai tua bangka
Kalau habis abjad aku rap dengan angka
Satu dua tiga anugerah diterima
Oh itu tahun lepas tahun ini cuma dua
Tersenyum tiap kali kalah dengan Nurhaliza
Ditertawakan oleh anakku Inca Medina
Oh Inca Medina orang secantik nama
Cantik luar cantik dalam cantik macam mama
Hati macam grandmanya anginnya macam papa
Kalau dah merajuk nampak muncung sampai sana
Sebelum jadi drama dah tahu nak buat apa
Nyanyi balik lagu ayat lama ayat mama
Wanita hari ini jaga sensitiviti
Kalau buah hati merajuk boleh cuba ayat ini
Cantik luar cantik dalam cantik macam mama
Hati macam grandmanya anginnya macam papa
Kalau dah merajuk nampak muncung sampai sana
Sebelum jadi drama dah tahu nak buat apa
Nyanyi balik lagu ayat lama ayat mama
Wanita hari ini jaga sensitiviti
Kalau buah hati merajuk boleh cuba ayat ini
Ay cantik luar cantik dalam cantik dengar sini
Kalau cantik senyum cantik mesti cantik lagi
Senyum sikit nak tengok ada tak lesung pipit
Kalau tak ada pun aku masih mahu cubit
Kalau cantik senyum cantik mesti cantik lagi
Senyum sikit nak tengok ada tak lesung pipit
Kalau tak ada pun aku masih mahu cubit
Tersenyum, betapa mudahnya hal ini dilakukan.
Hanya butuh sedetik untuk merubah bentuk bibir menjadi senyum.
hanya butuh tujuh detik mempertahankan sang senyum untuk terlihat sebagai ungkapan ketulusan hati.
Tetapi kenapa hal sederhana ini jarang terlihat?
Wajah-wajah di jalan, di angkutan umum, di kantin,
di kantor,
bahkan di tempat wisata yang seharusnya menjadi kebun senyum,
justru terlihat buram.
Kerutan-kerutan di wajah menunjukkan betapa berat beban yang harus ditanggung wajah-wajah itu.
Banyak wajah yang daerah diantara dua matanya mengkerut. Menyeramkan dan tampak garang.
Duh...
Senyum itu sudah hilang dari wajah banyak orang.
Entah kenapa senyum – bahkan tawa – yang selalu cerah menghiasi wajah-wajah itu dari kecil, sirna begitu saja. Sekarang,
bahkan bukan hanya wajah-wajah tua dan dewasa yang telah kehilangan senyum manis.
Wajah para remaja dan anak-anak pun telah ketularan kerutan-kerutan penuh beban itu.
Senyum pada hakikatnya adalah salah satu anugerah indah dari Tuhan Yang Maha Indah.
Tuhan sengaja menganugerahkan senyum sebagai bagian dari keindahan manusia.
Sayang, anugerah indah ini, tidak banyak ditemui di wajah banyak manusia.
Dunia akan jauh lebih indah bila penduduknya gemar tersenyum.
Hidup dan kehidupan manusia pun akan lebih indah dan menenteramkan bila kita menemui banyak senyum di sekeliling kita.
Terutama sang senyum dari wajah kita sendiri.
Bukankah sangat enak bila kita menerima senyum?
Dan bukankah jauh lebih enak bila kita lah yang memberi senyum?
Saudara, senyum yang sederhana, mudah dan gratis itu ternyata menyimpan banyak keajaiban.
Setidaknya dari berbagai pengalaman dalam hidup saya. Yap, dalam hidup saya, saya menemui banyak keajaiban.
Bentuknya macam-macam.
Ada kemudahan, kesehatan, kekayaan, kebaikan, solusi dan sebagainya dari sebuah senyuman.
Sang senyum – lengkungan yang menurut Pak Gede Prama bisa meluruskan banyak hal – adalah hal yang luar biasa.
Ia seperti oase di tengah gurun pasir.
Ia seperti setetes air jernih dari mata air yang bisa menghilangkan dahaga.
Ia seperti udara bagi yang tercekik.
Ia seperti sumbangan uang bagi fakir miskin yang dirawat di rumah sakit.
Ia seperti mangga muda bagi ibu muda yang sedang ngidam.
Ia seperti pinjaman uang bagi yang sedang membutuhkan.
Ia juga seperti semangkuk mie instan bagi pengungsi yang kelaparan.
Senyum pada hakikatnya adalah kebutuhan manusia. Siapa yang senang tersenyum membuat jiwa,
perasaan, pikiran dan fisiknya terpenuhi salah satu kebutuhannya.
Bila manusia tidak senang tersenyum,
ada luka di jiwa, rasa dan pikirnya.
Sang jiwa yang terluka membuat hidup dipenuhi kegelisahan. Sang rasa yang terluka membuat hidup tidak tenang.
Sang pikir yang terluka membuat hidup penuh beban.
Senyum tulus ada aturannya?
Ya, ada. Aturan ini saya dapat dari dua orang guru saya. Pertama Pak Jamil Azzaini. Kedua, Pak Amir Tengku Ramly. Pertama sekali, saya belajar dari Pak Jamil, bahwa senyum itu harus 227. Artinya senyum baru terlihat tulus dengan menarik bibir ke kanan 2 cm, ke kiri 2 cm, pertahankan minimal selama 7 detik. Bila kurang dari 7 detik, maka senyum itu akan kehilangan ketulusannya.
Aturan ini lalu disempurnakan oleh Pak Amir.
Menurut Pak Amir, senyum itu harus 127.
Angka satu artinya sang senyum harus lah berasal dan bertujuan untuk menyatukan hati.
Hati yang memberi dan menerima senyum. Dengan begitu, senyum itu berperan sebagai pengikat dan jembatan antara satu diri dengan diri-diri yang lain.
Sedang angka 2 dan 7, maknanya sama dengan aturannya Pak Jamil.
Ia sederhana, tapi dahsyat luar biasa.
Ia kecil, tapi bermakna raksasa.
Ia mudah, tapi sangat berharga.
Karenanya,....
Tersenyum lah saudara
Nikmati keajaiban-keajaiban dalam hidup anda.
Dan...
Bagikanlah keajaiban bagi hidup sesama kita.
COPY PASTE DARI TENET~
BAHASE INDON KOWT~
TAKPE R~
SAPEW NAK BACEW2 JE LAH`
HEHE~
TA PAHAM PERGI DEKAT GOOGLE TRANSLATE EH~
HEHEHEEHEHEHE~

No comments:
Post a Comment